Berita

LIKA LIKU KEBIJAKAN KULIAH/SEKOLAH TATAP MUKA DI MASA PANDEMIC COVID 19

Sudah hampir setahun yang lalu pelajar/ mahasiswa umumnya yang ada di Indonesia di liburkan dalam artian tidak di perbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka yang diakibatkan oleh pandemic Covid 19 sehingga salah satu alternative yang diambil oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menerbitkan keputusan Nomor 719/P/2020 tentang pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus salah satunya melakukan pembelajaran kuliah dalam jaringan (daring) dan sudah selama itu juga pelajar/mahasiswa tidak melaksanakan kuliah tatap muka dan harus membiasakan diri beradaptasi dengan keadaan yang sekarang.
Keputusan ini menuai pro kontra di kalangan pelajar/ mahasiswa, bahkan orang tua, Sejak ditetapkannya hingga hari ini (21/01/21). Ada yang beranggapan keputusan ini sudah merupakan keputusan yang sangat tepat demi untuk meminimalisir terjadinya penuluran yang semakin luas namun seiring berjalannya waktu keefektifan dalam proses pembelajaran ini amat sangat terasa bagi sebagian besar pelajar/mahasiswa bahkan orang tua.
Sudah hampir setahun berlalu banyak kemudian yang telah merasa jenuh dengan perkuliahan daring ini. Banyak yang mempertanyakan kapan kuliah tatap muka dapat di laksanakan seperti sebelum adanya covid 19..?
Bagai angin sejuk yang membawa kehangatan kepada setiap pelajar/mahasiswa pada saat kemdikbud memberikan wewenang kepada Pemerintah Daerah (Pemda) yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendikbud, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jumat (20/11). Tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi.
Dalam SKB tersebut, pemerintah melakukan penyesuain kebijakan untuk memberikan penguatan peran pemerintah daerah/kantor wilayah (kanwil)/kantor kementerian agama (Kemenag) sebagai pihak yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya. Pemberian kewenangan penuh dalam menentukan izin pembelajaran tatap muka tersebut berlaku mulai semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021, di bulan januari 2021.
Sebagaimana sifat angin yang gampang bertiup dan kemudian reda begitupula kebijakan dimasa pandemic ini. Setelah sebelumnya akhir tahun kemarin, gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) sempat mengeluarkan surat edaran pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Kemudian pada jumat 08/01/2021 Gubernur Sultra Ali Mazi menerbitkan surat edaran Nomor : 420/105 tentang penundaan pembelajaran tatap muka semester genap tahun ajaran 2020/2021 di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam Surat Edaran itu disebutkan, menunda kegiatan pembelajaran secara tatap muka langsung disemua satuan pendidikan dan dialihkan secara Pembelajaran Jarah Jauh (PJJ) melalui daring/luring/modul serta pembelajaran lainnya, pada semua jenjang pendidikan sesuai kewenangannya.
Kedua, Penundaan Pembelajaran Tatap Muka dimaksud berlaku sampai dengan adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat dan tingkat perkembangan penyebaran Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Hal ini menjadi tanda Tanya besar bagi hampir semua pelajar/mahasiswa kapan Pembelajaran Tatap Muka dilakukan.???? Sangking tidak kuatnya mahasiswa ini menerima tugas-tugas yang di berikan ada salah satu mahasiswa yang ingin membanting telepon genggamnya lantaran tidak kuat melihat banyaknya tugas yang di berikan tanpa adanya penjelasan (dengan nada bercanda), Ujar salah satu mahasiswa tersebut yang tidak ingin di sebutkan namanya.

Penulis : Naswatullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *